Kota Singkawang Merekrut 543 Orang Tenaga Tim Pendamping Keluarga Guna Atasi Stunting

by -25 views
Kota Singkawang Merekrut 543 Orang Tenaga Tim Pendamping Keluarga Guna Atasi Stunting
Kota Singkawang Merekrut 543 Orang Tenaga Tim Pendamping Keluarga Guna Atasi Stunting

Secara Nasional berdasarkan Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 yang sudah dilaunching oleh litbang Kementrian Kesehatan RI posisi nasional berada 24,04 persen, Kalimantan Barat posisi 29,08 persen dan Kota Singkawang 22,03 persen.

Sedangkan dari e-PPGBM (Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) Kalimantan Barat dari 429.609 baru 60 persen yang tercakup dari balita yang ditimbang diukur, dicatat dan di entry di e-ppgbm, sedangkan untuk Kota Singkawang dari 19.788 baru 4.388 atau 22,06 persen yang ditimbang, diukur, dicatat dan di entry di e-ppgbm artinya ini yang perlu kerjasama kita semua bagaimana cakupan balita ini minimal bisa mencapai 80 persen, Kata Plt Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, Muslimat saat menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting di ruang pertemuan Dinas Kesehatan PP, KB Kota Singkawang, Senin 07 Februari 2022.

Dijelaskannya juga, BKKBN telah ditunjuk Oleh Presiden sebagai koordinator Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting dengan dikeluarkannya Perpres no 72 tahun 2021 dimana target yang diberikan kepada BKKBN menurunkan Stunting di tahun 2024 di angka 14 persen. Terkait dengan kegiatan Kita sekarang ini sesuai dengan Peraturan Kepala BKKBN no 12 tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Indonesia (RAN PASTI), Jelas Muslimat.

Selain itu, dalam rangka penanggulangan Stunting di Indonesia, di setiap Provinsi maupun Kabupaten/Kota akan dibentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Untuk Tingkat Provinsi selaku Ketua Pelaksananya Wakil Gubernur sedangkan tingkat Kabupaten/Kota Wakil Walikota/Wakil Bupati, Terang Muslimat.

Pada tahun 2021 yang lalu BKKBN telah merekrut tenaga pendamping keluarga. Untuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kota Singkawang berjumlah 543 orang, setiap tim terdiri dari Bidan, PKK dan Kader KB dengan tugasnya memonitor dan memberikan pelayanan kepada keluarga beresiko Stunting di wilayah masing masing dimana tim Pendamping Keluarga berada dan sumber biayanya sudah dialokasikan di BOKB Kabupaten/Kota setempat.

Untuk penanganan Stunting ini, mari Kita bekerja bersama sama berkolaborasi dalam rangka percepatan penurunan Stunting, Tutup Muslimat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.