Rembuk Stunting Menjadikan Kapuas Hulu Hebat Menuju Indonesia Emas

by -27 views
Rembuk Stunting Menjadikan Kapuas Hulu Hebat Menuju Indonesia Emas

Konvergensi adalah kunci karena intervensi percepatan penurunan Stunting baik itu intervensi gizi spesifik maupun intervensi sensitif merupakan bagian dari program kementerian atau lembaga sesuai dengan tugas pokoknya masing-masing, bahkan pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan masyarakat.

intervensi stunting harus dilakukan multi sektoral, maka kolaborasi menjadi kunci keberhasilan dalam percepatan penurunan stunting, baik intervensi gizi spesifik maupun gizi sensitif. Adanya kolaborasi multi sektoral, baik antar institusi pendidikan dan lembaga pemerintah dapat mewujudkan konvergensi yang baik demi pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Kapuas Hulu.

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para camat yang telah menyatakan komitmen untuk melakukan percepatan penurunan Stunting di wilayahnya”, Kata Wabup Kapuas Hulu, Wahyudi Hidayat saat membuka Kegiatan Rembuk Stunting di Aula Bappeda Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis 24 Maret 2022.

Komitmen para camat dan yang hadir disini mengikuti kegiatan Rembuk Stunting ini sangatlah diperlukan karena dengan komitmen yang kuat dari pimpinan menjadikan penurunan Stunting menjadi tuntas sehingga semua sumber daya yang diperlukan dapat dimobilisasi untuk penurunan Stunting dan ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah untuk melakukan percepatan penurunan prevalensi Stunting secara nasional hingga 14 persen pada tahun 2024 dan kita memang harus bertekad dan bekerja keras agar target ini bisa tercapai.

“Saya selaku Wakil Bupati Kapuas Hulu sangat mendukung Kegiatan Rembuk Stunting dan ini sangat penting dimana dalam rangka penurunan Stunting kita harus bersama sama berkolaborasi multi pihak dan kami minta pemetaan dari tingkat desa karena ini menyangkut penganggaran kedepan nya dan kami berkomitmen untuk menurunkan angka Stunting sesuai harapan pemerintah”, Kata Wahyudi.

Kabupaten Kapuas Hulu terkenal dengan Sumber Daya Alam yang cukup melimpah tapi angka Stunting nya 28,09 persen termasuk urutan ke enam se Kalimantan Barat dari 14 Kabupaten/Kota penyebabnya hingga Stunting nya tinggi karena faktor ketidaktahuan masyarakat itu sendiri. “Ketidaktahuan masyarakat itu sendiri tentang Stunting menjadi salah satu faktor dan kita perlu untuk mensosialisasikan Stunting ini, makanya saya sering ke desa desa untuk melihat dan memantau langsung apalagi Stunting ini bukan pengobatan akan tetapi lebih ke pencegahan nya dan ini harus kita bersama sama memberikan sosialisasi yang tinggi kepada masyarakat tentang bahayanya Stunting apalagi kita ingin mencetak generasi generasi kedepan yang sehat dan unggul menjadikan Kapuas Hulu Hebat menuju Indonesia Emas”,Terang Wahyudi.

Kegiatan Rembuk Stunting Kabupaten Kapuas Hulu selain dihadiri Forkompinda, para camat, kepala puskesmas, Pengurus TP PKK, Ormas Wanita dan kepala Dinas OPD Kabupaten Kapuas Hulu juga dihadiri Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Barat, Muslimat.

Selanjutnya Wabup Kapuas Hulu, Wahyudi Hidayat mengungkapkan Dalam situasi Covid-19 sekarang ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi upaya percepatan penurunan Stunting. Capaian yang sudah baik selama dua tahun terakhir yang telah berhasil menurunkan angka prevalensi Stunting di Kabupaten Kapuas Hulu dari 32,09 persen menjadi 31,02 persen dan ini harus terus dipertahankan untuk mencapai target 14 persen pada akhir tahun 2024.

Walaupun mengalami penurunan tapi angka masih cukup tinggi dan ini harus menjadi perhatian kita semua. Tingginya persentase tersebut menunjukkan bahwa terdapat permasalahan mendasar dan ketidaktahuan masyarakat faktor faktor penyebab Stunting dan pemberian pelayanan kesehatan masyarakat yang belum sesuai standar baik ditingkat masyarakat maupun fasilitas yang melayani kesehatan yang mendorong terjadinya Stunting, Ungkap Wahyudi. (Humas BKKBN Kalbar)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.