Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kalimantan Barat

Ngopi Santai, Tapi Tetap Peduli: BKKBN Kalbar Hadir Bawa GATI & Cek Kesehatan Gratis di Tongkrongan Anak Muda

0

Pontianak — Pemerintah makin paham cara “nyampe” ke masyarakat, khususnya anak muda. Nggak lagi kaku di kantor atau aula, kali ini hadir langsung di tempat nongkrong. Lewat kolaborasi bareng GenRe Kalbar, Puskesmas Kampung Bangka, dan CW Coffee, Kemendukbangga/BKKBN Kalbar menggelar sosialisasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) sekaligus cek kesehatan gratis di CW Coffee Tanjung Sari, Pontianak Kota, Sabtu (25/4).

Eriza Wahyuhandani, Ketua Tim Kerja Pembangunan Keluarga, bilang kalau kegiatan ini jadi cara baru pemerintah buat lebih dekat dengan masyarakat. Intinya sederhana: layanan publik nggak harus selalu formal. Bisa juga hadir di ruang santai yang akrab dengan keseharian, biar pesan penting tetap sampai tanpa terasa “digurui”.

Nggak cuma ngobrol santai, pengunjung juga bisa langsung cek kesehatan gratis. Mulai dari gula darah, asam urat, kolesterol, tekanan darah, sampai lingkar perut dan berat badan. Semua ditangani tenaga kesehatan profesional dari Puskesmas Kampung Bangka. Cocok banget buat deteksi dini, apalagi buat yang jarang ke fasilitas kesehatan.

Menariknya, konsep ini langsung dapet respon positif dari anak muda. Efril, salah satu peserta, ngerasa cara seperti ini jauh lebih relate.

“Biasanya malas ke puskesmas, tapi kalau di tempat nongkrong jadi lebih santai dan gampang buat cek kesehatan,” katanya.

Selain itu, ada juga sesi santai tapi bermakna soal GATI—program yang mendorong peran ayah lebih aktif dalam keluarga. Penyuluh KB Kota Pontianak menyampaikan langsung ke pengunjung, termasuk komunitas yang lagi kumpul di sana.

Ferry Ashary dari Honda West Borneo Community juga ikut angkat suara. Menurutnya, isu fatherless masih jadi PR besar di Indonesia. Dampaknya nggak main-main—mulai dari masalah emosional, kesulitan bersosialisasi, sampai risiko perilaku menyimpang.

Menariknya, fatherless bukan cuma soal ayah yang nggak ada secara fisik, tapi juga yang “ada tapi nggak hadir” secara emosional. Ditambah lagi, budaya yang masih menganggap pengasuhan cuma tugas ibu bikin peran ayah makin sering terabaikan.

Lewat kegiatan seperti ini, BKKBN Kalbar nunjukin kalau pendekatan ke masyarakat harus adaptif dan relevan. Nggak harus selalu serius, yang penting pesannya sampai: hidup sehat itu penting, dan keluarga—terutama peran ayah—punya pengaruh besar dalam membentuk generasi ke depan.

Singkatnya, nongkrong tetap jalan, tapi kesehatan dan keluarga juga jangan dilupain

Leave A Reply

Your email address will not be published.