Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kalimantan Barat

Komitmen Kabupaten Sekadau Turunkan Stunting dan Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat

0

Sekadau, 17 Juni 2025 – Pemerintah Kabupaten Sekadau terus menunjukkan komitmennya dalam mengatasi persoalan stunting dan memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Bupati Sekadau, Subandrio, saat membuka kegiatan Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting di Aula Wakil Bupati.

Dalam sambutannya, Subandrio menyampaikan bahwa angka prevalensi stunting di Kabupaten Sekadau sempat menjadi yang terendah di Kalimantan Barat pada tahun 2023, yaitu 12,2%. Namun, pada tahun 2024 mengalami kenaikan menjadi 14,4%. Pemerintah menargetkan angka tersebut dapat ditekan hingga di bawah 10% pada akhir tahun ini.

“Langkah-langkah strategis terus kami lakukan, mulai dari peningkatan fasilitas kesehatan hingga penguatan edukasi masyarakat,” ujar Subandrio.

Hingga saat ini, Sekadau telah memiliki 3 rumah sakit utama dan 13 puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan. Tak hanya itu, Puskesdes dan Pustu juga hadir di 94 desa, memastikan layanan kesehatan dasar dapat diakses masyarakat di wilayah terpencil sekalipun.

Sebagai bentuk keberpihakan terhadap kelompok rentan, Pemkab Sekadau juga mengalokasikan anggaran daerah untuk membiayai 4.000 peserta BPJS, yang menyasar pasangan usia subur baru menikah dan ibu hamil. Upaya ini diharapkan dapat mendorong cakupan layanan kesehatan ibu dan anak menjadi lebih merata.

Di sisi lain, aspek perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) juga menjadi perhatian utama. Sejak 2022, Pemkab Sekadau menggencarkan program Deklarasi Open Defecation Free (ODF), dengan target dua desa per tahun. ODF menandakan bahwa seluruh masyarakat di desa tersebut telah menggunakan jamban sehat dan tidak buang air sembarangan. Deklarasi ODF tingkat kabupaten dijadwalkan akan dilaksanakan pada Agustus 2025, dengan dukungan penuh dari pemerintah provinsi.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Nuryamin, yang mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan Pemkab Sekadau. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal, khususnya dari sektor perkebunan kelapa sawit, dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.

“Kelapa sawit tidak hanya menghasilkan CPO, tetapi juga produk turunan seperti PKO, minyak goreng, hingga kosmetik. Bahkan limbahnya seperti sabut dan cangkang bisa diolah menjadi biodiesel, pupuk, atau bahan kemasan ramah lingkungan,” jelas Nuryamin.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan masyarakat, Kabupaten Sekadau optimistis dapat menurunkan angka stunting secara signifikan dan mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.

Leave A Reply

Your email address will not be published.