Ajang Pemilihan Duta GenRe BKKBN Kalimantan Barat Tahun 2017

Kali ini pada even bergengsi yang digelar BKKBN melalui Duta Genre (Generasi Berencana), mahasiswi IAIN Pontianak atas nama Suci Nurul Baiti terpilih sebagai juara 1 Putri Duta Genre Jalur Masyarakat Provinsi Kalbar 2017.

Pengumuman tersebut disampaikan pada malam grand final Duta Genre Kalbar Jalur Pendidikan dan Jalur Masyarakat Provinsi Kalbar 2017 di Khatulistiwa Ballroom Hotel Transera Pontianak pada Sabtu (16/9/2017) pukul 23.30 WIB.

Ruangan Khatulistiwa Ballroom Hotel Aston malam Ahad begitu semarak. Ratusan penonton penuh sesak menghadiri acara Grand Final Duta Genre Kalbar 2017.

Sebelum pengumuman itu, 54 peserta dari kabupaten/kota se Kalbar diminta untuk menjawab pertanyaan dan mengkampanyekan generasi berencana di hadapan dewan juri dan penonton.

Tampak hadir pada kegiatan itu Drs. Alexander Rombanang, MMA, Asisten 1 Pemprov Kalbar, FORKOPIMDA Kalbar, sejumlah Kepala OPD-Kalbar serta mitra kerja BKKBN Kalbar.

Duta Genre dipilih sebagai penyambung pesan BKKBN kepada generasi muda di seluruh Indonesia agar memiliki pemahaman tentang keluarga berencana, kependudukan, pembangunan keluarga, demografi, narkoba dan HIV/AIDS serta memiliki kepribadian yang baik.

Suci Nurul Baiti, yang akrab disapa Suci merupakan anak kedua dari pasangan bapak Suparmin, S.Pd dan ibu Hajilah.

Saat ini Suci tercatat sebagai mahasiswi semester V, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak.

Atas prestasi itu, Suci yang juga Wakil Sekretaris Kabinet di organisasi Dewan Mahasiswa (Dema) IAIN Pontianak bakal mewakili Kalbar untuk Pemilihan Duta Genre Indonesia pada Oktober mendatang.

Sumber: Pontianak Tribunnews

 

Share

Edukasi Tidak Kawin Muda kepada 500 Pelajar di Pedalaman Kab. Landak

30 Finalis Duta Mahasiswa GenRe Berfoto Bersama di Car Free Day Pontianak

KalbarBisa.com – Kalimantan Barat merupakan kawasan yang mempunyai Angka Pernikahan Dini tertinggi di Indonesia, untuk mengantisipasi hal tersebut, BKKBN Provinsi Kalbar secara terus menerus memberikan pemahaman berupa edukasi kepada Remaja-remaja Khsusnya mereka yang berada di daerah pedalaman Kalimantan Barat.

BKKBN Provinsi Kalbar kerjasama dengan DPR RI khususnya Komisi IX mengadakan kegiatan Edukasi kepada 500 pelajar di kawasan pedalaman Kecamatan Sebangki Kabupaten Landak, Provinsi Kalbar diberikan pelajaran mengenai kependudukan. Tidak menikah muda dan tidak menggunakan Narkoba adalah salah satu materi yang diberikan kepada para pelajar ini.

Antusias pelajar yang hadir baik dari SMP hingga SMA terlihat jelas dengan menampilkan beberapa kesenian tradisional setempat, Tarian Khas Dayak, Membawakan Lagu daerah serta membaca puisi.

Anggota Komisi IX DPR RI, Carolin Margret Natasha memberikan apresiasi dengan adanya sosialisasi sekaligus gelar seni seperti ini kami harapkan generasi muda di Kalbar paham untuk merencanakan masa depan yang berkualitas

Pemberian pemahaman kepada generasi muda sangat penting diberikan mengingat generasi penerus juga banyak di pedalaman. “Mereka juga berhak mendapatkan pelajaran dan pemahaman untuk masa depan, termasuk tidak menikah muda dan jangan pernah mengenal narkoba,” jelasnya.

 

Share

Aksi Damai di Tugu Digulis oleh REMAJA GENRE

aksi_damai_bkkbn03Dalam rangka memperingati hari keluarga nasional “HARGANAS” yang bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan, Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat menggelar Aksi Damai mengkampanyekan 8 Fungsi Keluarga di ruas jalan Ahmad Yani Pontianak (29 Juni 2016). Aksi yang digagas oleh Angkatan Muda BKKBN Provinsi Kalimantan Barat ini disambut baik oleh rekan-rekan dari Ikatan Duta Mahasiswa Generasi Berencana Kalbar dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja “ASMARA” Khatulistiwa sebagai pelaksana kegiatan tersebut.

Dalam Orasinya, para remaja yang tergabung dalam IKATAN DUMAS GENRE dan PIK ASMARA Khatulistiwa menyampaikan betapa pentingnya menggerakan keluarga untuk memahami dan memaknai delapan fungsi keluarga yaitu Fungsi Keagamaan. Fungsi Sosial Budaya, Fungsi Cinta Kasih, Fungsi Melindungi, Fungsi Reproduksi, Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan, Fungsi Ekonomi, dan Fungsi Pembinaan Lingkungan.

Selain orasi mereka juga membawa sepanduk delapan fungsi keluarga serta membagikan leaflet makna 8 fungsi keluarga dan membagikan souvenir kepada para pengguna jalan yang berhenti dilampu merah, Jajaran BKKBN Provinsi Kalimantan Barat ikut ambil bagian dengan membubuhkan tanda tangan mendukung program-program keluarga sejahtera yang dimulai dari Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Bapak Taruna Rosevelt, Kabid ADPIN, Ibu Eka Sulistia Ediningsih serta Kabid KSPK Bapak Aulia A Arief.

aksi_damai_bkkbn01

Selesai orasi, sahabat genre melanjutkan acara buka bersama di Aula Kencana BKKBN Provinsi Kalimantan Barat yang dihadiri oleh Juang Kencana, Pegawai BKKBN dan sahabat-sahabt dari Panti Asuhan. Selain menjalin silaturahim kegiatan ini juga diharapkan dapat membangkitkan kembali gelora dalam lingkup keluarga agar memahami dan menjalankan 8 fungsi keluarga untuk menyongsong keluarga kecil bahagia sejahtera.

aksi_damai_bkkbn04

aksi_damai_bkkbn02

Share

MPC Kalbar: Lahirkan Kreatifitas Muda

perang-belom-usai

Media Production Center Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat dibawah arahan Mustar, SE,MM melalui Kelompok-kelompok muda Pusat Informasi dan Konseling Remaja menciptakan nuansa baru dalam mengadvokasi remaja-remaja melalui film pendek dan berhasil menjuarai Lomba Film Pendek Program KKBPK Tingkat Nasional Tahun 2015.

Film yang berjudul Perang Belom Usai merupakan buah karya yang diinspirasi oleh Komunitas PIK Permata Hati Khatulistiwa desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya, yang disutradarai Kabid KS/PK Ir. Aulia Arfiansyah Arif, M.Si. yang menceritakan tentang kehidupan sekelompok remaja yang hidup dijalanan dan terbiasa membuat keributan disana sini, mencuri, serta tawuran.

Film dengan durasi 9 menit 51 detik ini mengajak rekan-rekan remaja untuk menjadi Tegar Remaja yaitu:

  1. Tidak Kawin Muda
  2. Berprilaku sehat
  3. Terhindar dari TRIAD KRR
  4. Bercita-cita mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera
  5. Menjadi Contoh, model, idola dan sumber informasi bagi teman-teman sebayanya.

Perang Belom Usai dilatarbelakangi oleh permasalahan remaja yang ada saat ini sangat kompleks dan mengkhawatirkan, berbagai data menunjukan bahwa peneraan pemenuhan hak reproduksi bagi remaja belum sepenuhnya mereka dapatkan salah satunya dalam pemberian informasi sehingga berdampak pada rendahnya pengetahuan remaja tentang reproduksi.

Share