Pro-PN Fokus Pada Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Akseptor

by -32 views
Pro-PN Fokus Pada Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Akseptor
Pro-PN Fokus Pada Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Akseptor

Proyek Prioritas Nasional ( Pro-PN ) Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat pada tahun ini fokus pada pemberdayaan ekonomi keluarga akseptor. Khususnya keluarga yang tergabung dalam kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) di Kampung KB Percontohan. Dengan sasaran sebanyak 42 kelompok UPPKA di kampung KB di kabupaten/kota, Terang Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Muslimat saat menghadiri Kegiatan Sosialisasi Materi dan Media KIE PEK Akseptor di Balai Penyuluh KB Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau, Kamis 14 April 2022.

Pro-PN tersebut dengan kegiatan orientasi pembelajaran usaha ekonomi keluarga akseptor, fasilitasi usaha ekonomi keluarga akseptor, perbanyak materi dan media KIE pemberdayaan ekonomi keluarga akseptor, dan koordinasi pembangunan program pemberdayaan ekonomi keluarga bersama mitra.

Melalui Pro-PN tersebut diharapkan keluarga akseptor KB metode kontrasepsi jangka panjang dapat menjadi penggerak, motivator bagi keluarga akseptor lainnya untuk ikut serta dalam meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga. Selain itu, agar keluarga akseptor KB tersebut dapat menjadi motivator peningkatan kesertaan KB, Kata Muslimat.

“Jadi Kelompok kelompok ini nantinya akan diberikan pengetahuan dan meningkatkan skill dari narasumber yang kita juga bekerja sama dengan Asosiasi Kelompok UPPKS (AKU)”.

Dengan situasi pandemi Covid-19 ini banyak memang terjadi pemutusan hubungan pekerjaan. “Banyak perusahaan besar maupun kecil mengalami kerugian akibat Covid-19 ini yang berakibatkan pada pemutusan hubungan pekerjaan, jadi sekarang masyarakat banyak bergerak secara online”.

Kami dari BKKBN berusaha untuk memberikan meningkatkan skill ini melalui OPD-KB dan mitra mitra kerja BKKBN. “Saya berharap kepada peserta pertemuan ini apa yang didapatkan bisa di implementasikan di kelompok kelompok wilayah dimana berada”, Harap Muslimat.

Berkaitan dengan pencegahan Stunting Muslimat menyampaikan, “Stunting ini bukan hal baru dan ini digemakan kembali supaya bagaimana anak nanti jangan ada lahir Stunting”.

Kita mulai dari hulu, terutama pada calon pengantin. Tiga bulan sebelum menikah harus diperiksa kesehatannya, indeks masa tubuhnya, HB nya, jadi ini penting ketika calon ibu siap untuk melahirkan kondisi badannya betul betul kondisi yang fit sehingga bayi yang lahir jadi anak yang sehat.

Dalam kesempatan ini Plt Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar menyerahkan Modul Sosialisasi Materi dan Media KIE Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Akseptor kepada peserta

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.