Program GenRe Berbagi untuk “Dream Planing”

Category : Berita, Featured
Nurdianto saat memberikan Motivasi kepada rekan-rekan remaja di SMA Adisucipto Kubu Raya

Nurdianto saat memberikan Motivasi kepada rekan-rekan remaja di SMA Adisucipto Kubu Raya

Gerakan #kalbarbisa kali ini mengagendakan “Dream Planing” yaitu sebuah program yang dirancang untuk membantu remaja dalam membuat rencana aksi dalam mewujudkan mimpi mereka dan cita-cita mereka serta bagaimana mereka mengisi waktu-waktu produktif mereka dalam kegiatan yang diminati sesuai bakan dan potensi yang mereka miliki.

Program berbagi kedepannya untuk mencetak kader-kader remaja sebagai relawan muda yang siap mengkampanyekan selogan #kalbarbisa selama ini digaungkan dengan tujuan tidak menikah muda atau tidak menikah diusia dini. Selain itu, program Berbagi ini akan berusaha mengidentifikasi data-data PIK remaja untuk pembentukan Forum PIK remaja dan menginisiasi terbentuknya PIK Remaja/Mahasiswa. Selain itu, kegiatan ini merupakan program Duta Mahasiswa GenRe Kalimantan Barat 2014 dengan harapan lebih implementatif dan menyeluruh dapat dirasakan oleh remaja sebagai komitmen dari duta mahasiswa GenRe terpilih.

Menurut Duta Mahasiswa Kalbar 2014 Noordianto, yang kerap disapa Antok ini ikut dalam kegiatan tersebut, program Berbagi ini memiliki target 100 sekolah dan mengumpulkan relawan muda dari masing-masing sekolah untuk membentuk PIK Remaja. Kegiatan lanjutan pertama Program Berbagi rencananya dilaksanakan pada awal bulan Februari 2014 dengan mengunjungi 14 kabupaten/kota. Kegiatan yang dilaksanakan dibedakan berdasarkan tingkat pendidikan dan disesuaikan dengan tujuan Program Berbagi. Program Berbagi sebenarnya sudah berjalan 5 bulan dan telah menjangkau 18 sekolah yang ada di dua lokasi yaitu Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Program Berbagi ini juga menjadi wadah komunikasi bagi remaja untuk berbagi cerita terkait kegiatan/aksi kampanye yang dilakukan mereka pada wilayahnya masing-masing. Program Berbagi yang akan dilakukan di kabupaten/kota, akan melibatkan PIK R yang sudah terbentuk, sehingga ada keterlibatan aktif dari pengurus PIK untuk menceritakan pengalaman mereka dalam mengembangkan PIK atau kegiatan sosial remaja.

Ia menambahkan bahwa kegiatan Berbagi dilaksanakan selama 2 hari pada masing-masing daerah yang dikunjungi, dengan dua agenda utama kegiatan, yakni kegiatan di Sekolah dan kegiatan bersama Pengurus PIK Remaja. Pada kegiatan yang dilaksanakan di Sekolah, kegiatan Berbagi dilakukan dengan membagikan kuesioner tentang TRIAD KRR dan pemetaan masalah remaja yang berkaitan dengan pernikahan usia dini, pemberian materi Pendewasaan Usia Perkawinan melalui sharing dan games, sharing mengenai PIK R dan rekrutmen relawan muda berbagi untuk membentuk PIK Remaja, dan siswa-siswi diminta untuk menulis perasaan mereka terhadap kegiatan Berbagi dan menempelkannya pada Peta Berbagi.

Sementara itu, untuk Kegiatan Bersama Pengurus PIK Remaja akan dilaksanakan dalam bentuk pertemuan dengan pengurus PIK Remaja dan pengisian kuesioner (pemetaan masalah pengelolaan PIK R), pengidentifikasian kelompok-kelompok PIK R yang masih aktif, baik tumbuh, tegak dan tegar, serta memberikan materi seputar kegiatan Berbagi untuk mengkampanyekan ‘Stop Menikah Pada Usia Dini’.

Related Posts