Remaja GenRe : Turun melakukan aksi damai di bundaran tugu PKK Sekadau

Category : Featured
Remaja GenRe Kab. Sekadau Semangat mendukung Program Generasi Berencana

Remaja GenRe Kab. Sekadau Semangat mendukung Program Generasi Berencana

#kalbarBisa – Pergaulan para remaja putri di Kalbar sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Banyak di antara mereka yang hamil hingga melahirkan di bawah usia yang standar untuk melangsungkan pernikahan. “Kalbar menjadi peringkat satu provinsi dengan tingkat kelahiran remaja putri usia muda se-Indonesia,” ujar Luthfi, widyaiswara dari BKKBN Provinsi Kalbar ditemui Rakyat Kalbar saat menghadiri aksi damai kampanye Generasi Berencana (Genre) di Bundaran Tugu PKK, Sekadau, sore kemarin.

Berdasarkan survey dari lembaga Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun lalu, banyak remaja putri di Kalbar yang berusia 15 sampai 19 tahun kebobolan. Mereka terpaksa harus melahirkan di usia yang notabenenya belum matang untuk berumah tangga. “Berdasarkan survey dari SDKI itu, 104 per 1.000 remaja putri Kalbar yang berusia 15 sampai 19 tahun telah melahirkan. Angka ini jauh di atas angka rata-rata nasional yang nilainya berada pada angka 46 per 1.000 orang,” rinci Luthfi.

Orasi #kalbarBisa oleh luthfi perwakilan BKKBN Prov Kalbar

Orasi #kalbarBisa oleh luthfi perwakilan BKKBN Prov Kalbar

Jika kalkulasikan dengan jumlah remaja putri di Kalbar usia 15-19 tahun, kata dia, jumlah itu jelas sangat tinggi. Ada sekitar 50 persen remaja putri di Kalbar usia 15-19 tahun yang sudah hamil. Menurut Luthfi, ada beberapa faktor yang menyebabkan tingginya tingkat kelahiran remaja putri usia muda di Kalbar itu. Diantaranya masalah budaya hidup masyarakat, pergaulan bebas, hingga rendahnya pemahaman masyarakat, terutama remaja tentang Kesehatan Reproduksi (Kespro).

Hamil usia muda jelas akan sangat mengancam, apalagi jika tidak diakhiri dengan perkawinan yang sah alias pernikahan dini. Ancaman sering muncul lantaran banyak wanita yang hamil muda mengakhiri dengan keputusan melakukan pengguguran kandungan. Ancaman terbesarnya adalah kematian. “Sekitar 50 persen dari pengguguran kandungan usia muda berakhir pada kematian,” tegas Luthfi.

Untuk mengatasi hal itu, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan pemerintah, melalui instansi terkait. Termasuk di dalamnya, penyuluhan atau gerakan Generasi Berencana yang mereka kampanyekan dengan aksi damai di bundaran tugu PKK Sekadau, kemarin. Selain itu, pentingnya peningkatan life skill, serta pembentukan pusat informasi dan konseling tentang Kespro di sekolah serta kelompok pemuda.

Komunitas GenRe Kab. Sekadau Kalimantan Barat

Komunitas GenRe Kab. Sekadau Kalimantan Barat

“Sasarannya harus mencakup 4 aspek. Mulai dari masalah Narkoba, seks bebas, HIV/AIDS, hingga pendewasaan usia perkawinan,” tandas Luthfi. Zainal, aktivis komunitas Muslim Forever, Sewak, Desa Mungguk, Sekadau Hilir mengaku miris dengan hasil penelitian SDKI itu. “Kita harapkan ada upaya nyata dari pemerintah. Para orang tua dan guru juga harus membantu memberikan penyuluhan tentang masalah ini,” kata Zainal.

Tak hanya itu, yang lebih penting lagi adalah pendalaman pendidikan keagamaan. Zainal meyakini, pendidikan agama bisa menjadi benteng bagi para remaja untuk menghindari dari kehamilan tak diinginkan itu. “Bila perlu di sekolah negeri, jam pelajaran pendidikan agama ditingkatkan,” pungkasnya.

Laporan: Abdu Syukri
Editor: Hamka Saptono
Sumber: Rakyat Kalbar Online
Foto : Megawati Syahbandi

Related Posts